WELCOME to MARGA (マルガ – まるが – मृग – μαργα – ಮ ರಗ – മഗര)

Membuat Penerangan Darurat Saat Listrik Padam

Posted by: ASIMO on: 17 Juli 2008

“copycat”

Sehari kemarin (18 Agustus 2005), Jakarta diributkan oleh padamnya aliran listrik dari PLN. Padamnya aliran listrik secara tiba-tiba pada pagi hari tersebut, sekitar jam 10 pagi, menciptakan kepanikan bagi sebagian besar masyarakat.

PLN segera bertindak. Untuk beberapa tempat, listrik sudah menyala kembali pada jam 14.00, tapi di sebagian besar tempat yang lain tetap belum menyala hingga matahari terbenam. Termasuk di tempatku.

Setelah cukup menyesuaikan diri sehari tanpa listrik, beralihnya siang ke malam membawa masalah baru: kegelapan. Hal ini sangat berpengaruh bagiku, mengingat dengan kondisi penerangan yang cukup-pun, orang-orang sering tidak menyadari kehadiranku. Persediaan lilin sangat membantu pada kondisi seperti ini. Tetapi pasti semua tahu, bahwa daya tahan lilin tidak cukup lama. Setelah satu atau dua jam, satu per satu lilin akan mulai habis dan padam. Saatnya memikirkan solusi yang lain.

Lampu berbahan bakar minyak goreng
Aku tumbuh besar di desa, dimana listrik padam sudah menjadi hal biasa. Saat lampu tiba-tiba mati dan keadaan menjadi gelap gulita, paling-paling cuma diberi sambutan ‘Huuu…’ dan misuh-misuh 1-2 menit, lalu kehidupan kembali berjalan normal. Pada saat seperti itu, Nenek-ku dengan sigap menyiapkan penerangan ala kadarnya dengan alat dan bahan seadanya. Penerangan yang cukup efektif dan cepat dibuat untuk keadaan darurat dengan bahan bakar minyak goreng. Senthir Lengo Klentik.

Alat dan Bahan
1. Bahan bakar, minyak goreng atau minyak kelapa, aku biasa menyebutnya ‘lengo klentik’. Jika ada, gunakan minyak jlantah (minyak yang sudah dipakai). Minyak goreng yang masih baru juga lebih mudah didapatkan dari pada lilin atau minyak tanah.
2. Kapas, kain, atau gombal, sebagai sumbu atau media difusi bahan bakar. Jika tidak ada, bisa juga menggunakan obat nyamuk bakar.
3. Tempat/wadah minyak, bisa menggunakan piring kecil (lepek), alas gelas, atau tutup botol selai. Usahakan yang bentuknya melebar. Sebaiknya gunakan bahan yang tahan panas, hindari bahan dari gelas/kaca karena cenderung mudah pecah jika terkena suhu tinggi, ini berkaitan dengan efek pemuaian yang mendadak.
4. Korek api.
5. Alat pemadam kebakaran.

Algoritma
1. Puntir-puntirkan kapas/kain agar berbentuk memanjang, kira-kira 10 cm. Buatlah 2-3 buah atau lebih, sesuai selera.
2. Tuangkan minyak goreng ke wadah, jangan terlalu penuh.
3. Celupkan kapas sampai terendam, dan biarkan ujungnya yang berada di pinggir tetap terangkat. Atur sumbu-sumbu tersebut agar tidak terlalu berdekatan.
4. Nyalakan ujung tersebut dengan korek api.
5. Letakkan lampu darurat ini di tempat yang aman, hindari meletakkan di tempat berbahaya seperti gudang amunisi, pabrik petasan, dan lemari pakaian Ibu. Sekali lagi, jangan!

Alat dan bahan tidak sempat didokumentasikan karena keadaan yang gelap. Sedangkan contoh senthir lengo klentik dalam keadaan run-time ditunjukkan pada gambar di atas.

Lampu darurat ini mampu bertahan cukup lama, untuk sebuah lepek berkapasitas 50ml, kurang lebih bisa bertahan 1 jam. Penambahan bahan bakar juga bisa dilakukan secara hot-plug/hot-swap, yaitu saat api tetap menyala.

Keunggulan senthir lengo klentik
1. Hemat biaya, menggunakan bahan-bahan yang sudah ada di rumah tangga yang normal.
2. Bebas polusi, tidak menimbulkan asap yang menghitam seperti halnya lampu teplok/senthir berbahan bakar minyak tanah.
3. Hemat sumber daya alam, karena bisa menggunakan minyak bekas pakai yang biasanya langsung dibuang.
4. Praktis dan cepat saji, bisa disajikan dalam waktu kurang dari 5 menit. Tergantung ingatan lokasi bahan-bahan dan amal kebajikan yang sudah diperbuat.

Jadi, jika tiba-tiba listrik padam lagi, teriaklah ‘Huuu..’, berdoa sejenak atau misuh-misuh secukupnya (tergantung akhlak), buat teplok lengo klentik, dan kehidupan bisa berjalan normal kembali.

2 Tanggapan ke "Membuat Penerangan Darurat Saat Listrik Padam"

Ini nyempurnain lho..bukan plagiat. kalau saya pengalaman diatas sebelum baca tulisan diatas, jika listrik padamnya lama-an dikit gitu minyak lentik akan mbasahin bawah tatakan meskipun atatakan nggak bocor. Naah..antisipasinya kapas yang dipuntir-puntir spt di atas dimasukkan pada tutup sprit atau sejenisnya yang terbuat dari seng(seperti kaling) pada lampu senthir. tutup yang dah ada kapasnya tadi langsung aja diletakkan pada tatakan yang dah ada minyak jlanthahnya, kapas basah semua oleh minyak jlanthah. Dah ! nyala-in..deh.

Ikut untuk kesempurnaan juga, idenya sangat bagus sekali. Namun untuk jaman sekarang, harus kita perhatikan hal sbb:
Jika lampu senthir menyala terus, hindarkan ia berada di dalam ruang yang tidak ada ventilasi udara. Ingat, pembakaran menghasilkan karbonmonoksida (CO) yang dapat menyebabkan keracunan karena ada ikatan Hb-CO (hemoglobin dan karbonmoksida), sementara ikatan yang semestinya adalah Hb-O2 (hemoglobin dan molekul oksigen). Pada titik tertentu, maka akan terjadi akumulasi gas CO, akhirnya proses respirasi orang yang diterangi dengan senthir akan mensirkulasi gas toksik CO. Jika sampai orang tersebut tidur, maka ia akan 100x tidur lebih dalam karena adanya gas CO tersebut. Kalau di desa, mungkin masih bisa diaplikasikan. Jaman dahulu desa itu berdinding penuh rongga dan celah, jadi aman-aman saja. Ini contohnya sering kita baca seseorang meninggal di dalam mobil yang mesinnya masih hidup, karena ada kebocoran pembakaran. Trims

Tinggalkan Balasan

俊 Statistik

  • 27,028 ,000 pengunjung

俊 Kalender

Juli 2008
M S S R K J S
« Jun   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

俊 Arsip

a

RSS http://www.1ndonesia.co.cc/

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS http://www.viancom.co.cc

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS SuperMoto-S1

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS WordSBK – Superbike

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

LISENSI DOKUMEN

Lisensi Dokumen halaman ini:

Copyright © 2000-2008 marga.wordpress.com Seluruh dokumen di marga.wordpress.com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat harus mencantumkan sumbernya, yaitu : http://marga.wordpress.com serta tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari marga.wordpress.com.



Copyright (c) 2000 - 2008 All rights reserved

by UU HAKI of Republic Indonesia and other international laws.